— Mark Twain
— @agungRush
Ciptakan alasan berbeda…
Satu demi satu. Dua menjadi tiga. Saya makin bingung dengan apa yang saya cari. Selalu ada yang kurang dan tidak terjawab. Atau memang bukan ini jawaban yang saya cari. Semoga saja tidak rutin mengundurkan diri.
HIDUP SEHIDUP-HIDUPNYA!

Apa yang membuat anda semangat untuk beranjak dari tempat tidur pagi ini? Mimpi semalam? Atau mimpi yang harus dikonversi menjadi nyata hari ini? Sudahkah anda merasakan hidup-sehidup-hidupnya selama ini? Jangan berani jawab ia kalau anda masih memiliki sederetan daftar must-to-do list yang panjang dan segambreng. Anda belum hidup-sehidup-hidupnya.
Saya rindu mengonstruksi hari demi hari. Memikirkan apalagi yang bisa saya lakukan esok hari. Setelah beberapa hari menikmati berada di dalam rutinitas de javu yang luar biasa seru, kini saya siap untuk menjadi kepala-dari-tubuh yang saya bawa ini. Apa yang ingin saya lakukan, saya yang tentukan.
Saya siap untuk hidup-sehidup-hidupnya.
— Ans (via annisaherti)
— Elliot Yamin
Terlalu sejuk,
Saya tidak pernah terpikir untuk mengecewakan siapapun, karena saya tak ingin pula dikecewakan. Betapa setiap hari saya sudah berusaha untuk memantapkan diri dan visi agar tetap berada disini. Ternyata terlalu jauh,
Bahkan tidak dapat sedikitpun dibilang nyaris, saya terlalu jauh untuk menjadi yang diharapkan mereka. Saya ingin menjadi seorang pejuang tunggal yang menerpa angin dan hujan dengan cengkraman dua kaki saya diatas aspal. Bukan, disini. Saya aman, tapi belum nyaman.
Saya bukan lemah, hanya saja saya terlalu kuat untuk berada lebih lama lagi di tempat aman dan sejuk ini. Saya rindu bekerut-kerut memandang terik matahari dengan mata saya sendiri. Saya rindu membaca durasi sejuk awan. Saya rindu ketidakpastian menghindari hujan. Saya ingin berjalan santai lagi di luar sana. Di dalam sini terlalu sejuk dengan penyejuk udara. Terlalu sejuk.
— @agungRush
— @agungRush
— @agungRush




